Assalamu'alaikum wr. wb

Rabu, 04 September 2013

Kepemimpinan dan Komitment

Assalamu'alaykum. wr wb...
KULIAH UMUM
Moderator : Endang Ahmad Yani, SEI, MM
Narasumber: M. Sohibul Iman, Ph.D (Wakil Ketua DPR RI)
Tema: Kepemimpinan Pemuda


“Semua kita akan menentukan diri kita sendiri,
Semua kita akan menentukan sejarah kita sendiri,
kitalah yang akan menentukan diri kita
dan akan menghadap Allah dengan membawa bekal sejarah yang kita buat”
_Sohibul Iman_
Ada 2 tipe kepemimpinan:
1.  Position based leader : dia memimpin hanya karena mempunyai posisi/jabatan saja
2. Function best leader : mempunyai posisi atau tidak, dia tetap menjadi pemimpin sesuai dengan perintah

Allah SWT dan orang seperti ini ia tidak akan menganggur karena selalu mempunyai tanggungjawab meskipun tidak mempunyai jabatan.

Pemimpin itu tidak usah terlalu memikirkan posisi, karena yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan fungsi kepemimpinan itu sendiri.
Jika keduanya disatukan, itu akan menjadi lebih baik dan dikenal dengan kepemimpinan 360 derajat, dalam artian kepemimpinan yang sempurna.
Pada hakikatnya, kepemimpinan itu adalah inflution other (mempengaruhi orang lain). Dengan pengaruh itu, seorang pemimpin akan mudah untuk memberikan direction (arahan-arahan).

Dalam Q.S. Ali Imran : 26-27
“Allah akan memberikan posisi kepada orang dikehendaki dan akan mencabut posisi kepada orang yang Dia kehendaki”
Seorang pemimpin harus membangun:
1) kredibilitas personal (kepercayaan) untuk membangun achived status, itu jugalah yang dilakukan oleh Rasulullah, sehingga beliau bisa diterima dikalangan manapun.
2) Strategi thinking capability : bahwasanya seorang pemimpin itu harus selalu mempunyai strategi untuk menghadapi segala persoalan yang terjadi dan berfikir secara cepat dan tepat.
3) Visi: Seorang pemimpin harus mempunyai tujuan yang jelas.

Karakteristik seorang pemimpin:
1.  Moralitas
a.    Karena seorag pemimpin harus amanah
b.   Tidak akan menjadi orang yang pertama melanggar aturan dan akan tetapi menjadi orang pertama yang memelihara aturan
2. Intelektual
         Dengan intelektualitas, “leader” dapat menjadikan dan mengarahkan sesuatu kepada jenjang yang lebih
    baik, dia juga dapat menjadikan baldatun toyyibatun warrobul ghofur.
3. Personalitas (Kepribadian) : harus mempunyai personalitas yang memikat (inner beauty)

Kepribadian pemimpin:
1. Humanis: Kamu mendapat hasil dari apa yang kamu infeksi, bukan dari apa yang kamu ekspetasi
2. Desisive (Ketegasan), Humanis without desisive = permissive (gagap)
   Oleh karena itu, humanis dan desisive harus berkesinambungan
3. Humanility (kesederhanaan): dia memimpin dengan kesederhanaannya dan tak sungkan untuk mengawasi secara langsung turun ke lapangan. Dia mengekspos wadah atau organisasinya, bukan mengekspos dirinya “From good to great”
4. Cohesivetion promoter : yang mampu membangun jembatan-jembatan untuk menyatukan (building intutition)

Hal-hal yang harus dibangun dari sekarang oleh para calon pemimpin:
a.       Academic Excellent
b.      Scientific Discuss
c.       Carrier Pad & Networking, kunci sukses zaman sekarag adalah silaturrahmi
d.      Socio Political, nikmati aktivitas politik
e.      Religius Activities, yang akan membimbing kita mempunyai karakteristik pemimpin

Cara mengubah mindset para pemimpin Indonesia agar lebih baik dengan tahapan unlearn, menghapus mindset lama yang tidak baik, lalu learn, membuat mindset baru yang lebih baik lagi.


Narasumber : Deni Purnama, Lc

Komitment Seorang Muslim 
Perenungan Terhadap Sebuah Keyakinan


Ada beberapa fenomena Islam di Indonesia, diantaranya :
·  Mayoritas ber-Islam atas dasar keturunan ; seseorang tidak mau mencari alas an mengapa harus
   Islam. Dan tidak sedikit seorang yang katanya muslim paham akan arti syahadat yang sebenarnya
·  Mayoritas memeluk Islam tanpa mengetahui kapan mulai ber-Islam; tidak adanya komitmen setelah
   mengucap syahadat
·  Mayoritas memeluk Islam tanpa dasar pengetahuan yang nyata; tidak mengetahui ilmu-ilmu yang
   ada di dalam agama Islam
·    Mayoritas memeluk Islam tanpa tahu karakter berbeda seorang muslim
·    Mayoritas memeluk Islam tanpa memahami komitmen menjadi muslim

Tidak heran……
1. Islam dipandang hanya sebagai status
2. Islam dirasa sebuah pembatasan
3. Islam hanya lah sebuah rasa dalam dada
4. Islam tak perlu diperjuangkan

Padahal….
1. Rasulullah mengajarkan Islam 23 tahun lamanya
2. Rasulullah menyebarkan keindahan Islam tidak hanya di jazirah arab
3. Rasulullah merasakan sakitnya dikucilkan dan dihina sanak saudara
4. Rasulullah diancam, dibunuh, dan diusir dari tanah airnya
5. Rasulullah mengangkat senjata untuk melepaskan dari kedzaliman

Perbedaan itu kenikmatan bagi umat Islam, maka setiap muslim seharusya memiliki komitmen, yaitu :
a.  Komitmen 1 : Aqidah saya HARUS Islam
    seorang muslim harus memiliki aqidah lurus, jelas, dan benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah. Seorang muslim tanpa aqidah yang benat tentunya tidak akan mampu membina dan merasakan komitmen terhadap Islam, karena aqidah yang tidak bersih akan tercemari oleh hal-hal yang melemahkan iman.
b.  Komitmen 2 : Ibadah saya HARUS Islam
c.  Komitmen 3 : Akhlak saya HARUS Islam
    Akhlak mulia adalah tujuan asasi dari risalah islamiyah, akhlak mulia harus dibuktikan dengan
    perbuatan dan merupakan buah dari iman. Akhlak yang mulia terlahir dari ibadah.
d. Komitmen 4 : Seorang muslim HARUS melawan hawa nafsu, 
    seorang muslim harus bisa mengalahkan hawa nafsunya, karena itulah perang utama sampai mati.
    Kelola hawa nafsu menuju kebaikan. Kelola dengan akal yang sehat dan hati yang bersih
e.  Komitmen 5 : Masa depan ada di tangan Islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar