Assalamu'alaykum. wr wb...
KULIAH UMUM
Moderator : Endang Ahmad Yani, SEI, MM
Narasumber: M. Sohibul Iman, Ph.D (Wakil Ketua DPR RI)
Tema: Kepemimpinan Pemuda
“Semua kita akan
menentukan diri kita sendiri,
Semua kita akan
menentukan sejarah kita sendiri,
kitalah yang akan menentukan
diri kita
dan akan menghadap
Allah dengan membawa bekal sejarah yang kita buat”
_Sohibul Iman_
Ada 2 tipe kepemimpinan:
1. Position
based leader : dia memimpin hanya karena mempunyai posisi/jabatan saja
2. Function
best leader : mempunyai posisi atau tidak, dia tetap menjadi pemimpin sesuai
dengan perintah
Allah SWT dan orang seperti ini ia tidak akan menganggur karena
selalu mempunyai tanggungjawab meskipun tidak mempunyai jabatan.
Pemimpin itu tidak
usah terlalu memikirkan posisi, karena yang terpenting adalah bagaimana ia
menjalankan fungsi kepemimpinan itu sendiri.
Jika keduanya disatukan, itu akan
menjadi lebih baik dan dikenal dengan kepemimpinan 360 derajat, dalam artian
kepemimpinan yang sempurna.
Pada hakikatnya, kepemimpinan itu
adalah inflution other (mempengaruhi orang lain). Dengan pengaruh itu, seorang
pemimpin akan mudah untuk memberikan direction (arahan-arahan).
Dalam Q.S. Ali Imran : 26-27
“Allah akan memberikan posisi
kepada orang dikehendaki dan akan mencabut posisi kepada orang yang Dia
kehendaki”
Seorang pemimpin harus membangun:
1) kredibilitas
personal (kepercayaan) untuk membangun achived status, itu jugalah yang dilakukan
oleh Rasulullah, sehingga beliau bisa diterima dikalangan manapun.
2) Strategi
thinking capability : bahwasanya seorang pemimpin itu harus selalu mempunyai
strategi untuk menghadapi segala persoalan yang terjadi dan berfikir secara cepat
dan tepat.
3) Visi:
Seorang pemimpin harus mempunyai tujuan yang jelas.
Karakteristik seorang pemimpin:
1. Moralitas
a. Karena seorag pemimpin harus amanah
b. Tidak akan menjadi orang yang pertama melanggar aturan dan akan tetapi menjadi orang pertama yang memelihara aturan
2. Intelektual
Dengan
intelektualitas, “leader” dapat menjadikan dan mengarahkan sesuatu kepada
jenjang yang lebih
baik, dia juga dapat menjadikan baldatun toyyibatun warrobul ghofur.
3. Personalitas
(Kepribadian) : harus mempunyai personalitas yang memikat (inner beauty)
Kepribadian pemimpin:
1. Humanis: Kamu mendapat hasil dari apa yang kamu
infeksi, bukan dari apa yang kamu ekspetasi
2. Desisive (Ketegasan), Humanis without desisive =
permissive (gagap)
Oleh karena itu, humanis dan desisive harus berkesinambungan
3. Humanility (kesederhanaan): dia memimpin dengan
kesederhanaannya dan tak sungkan untuk mengawasi secara langsung turun ke
lapangan. Dia mengekspos wadah atau organisasinya, bukan mengekspos dirinya “From
good to great”
4. Cohesivetion promoter : yang mampu membangun
jembatan-jembatan untuk menyatukan (building intutition)
Hal-hal yang harus dibangun dari sekarang oleh para calon
pemimpin:
a.
Academic Excellent
b.
Scientific Discuss
c.
Carrier Pad & Networking, kunci sukses zaman
sekarag adalah silaturrahmi
d.
Socio Political, nikmati aktivitas politik
e.
Religius Activities, yang akan membimbing kita
mempunyai karakteristik pemimpin
Cara mengubah mindset para pemimpin Indonesia agar lebih
baik dengan tahapan unlearn,
menghapus mindset lama yang tidak baik, lalu learn, membuat mindset baru yang lebih baik lagi.
Narasumber : Deni Purnama, Lc
Komitment Seorang Muslim
Perenungan Terhadap Sebuah Keyakinan
Ada beberapa fenomena Islam di Indonesia,
diantaranya :
· Mayoritas ber-Islam atas dasar keturunan ;
seseorang tidak mau mencari alas an mengapa harus
Islam. Dan tidak sedikit
seorang yang katanya muslim paham akan arti syahadat yang sebenarnya
· Mayoritas memeluk Islam tanpa mengetahui kapan
mulai ber-Islam; tidak adanya komitmen setelah
mengucap syahadat
· Mayoritas memeluk Islam tanpa dasar pengetahuan
yang nyata; tidak mengetahui ilmu-ilmu yang
ada di dalam agama Islam
· Mayoritas memeluk Islam tanpa tahu karakter
berbeda seorang muslim
· Mayoritas memeluk Islam tanpa memahami komitmen
menjadi muslim
Tidak heran……
1. Islam
dipandang hanya sebagai status
2. Islam
dirasa sebuah pembatasan
3. Islam
hanya lah sebuah rasa dalam dada
4. Islam
tak perlu diperjuangkan
Padahal….
1. Rasulullah
mengajarkan Islam 23 tahun lamanya
2. Rasulullah
menyebarkan keindahan Islam tidak hanya di jazirah arab
3. Rasulullah
merasakan sakitnya dikucilkan dan dihina sanak saudara
4. Rasulullah
diancam, dibunuh, dan diusir dari tanah airnya
5. Rasulullah
mengangkat senjata untuk melepaskan dari kedzaliman
Perbedaan itu kenikmatan bagi
umat Islam, maka setiap muslim seharusya memiliki komitmen, yaitu :
a. Komitmen
1 : Aqidah saya HARUS Islam;
seorang muslim harus memiliki aqidah lurus,
jelas, dan benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah. Seorang muslim
tanpa aqidah yang benat tentunya tidak akan mampu membina dan merasakan
komitmen terhadap Islam, karena aqidah yang tidak bersih akan tercemari oleh
hal-hal yang melemahkan iman.
b. Komitmen
2 : Ibadah saya HARUS Islam
c. Komitmen
3 : Akhlak saya HARUS Islam;
Akhlak mulia adalah tujuan asasi dari risalah islamiyah, akhlak mulia harus
dibuktikan dengan
perbuatan dan merupakan buah dari iman. Akhlak yang mulia
terlahir dari ibadah.
d. Komitmen
4 : Seorang muslim HARUS melawan
hawa nafsu,
seorang muslim harus bisa mengalahkan hawa nafsunya, karena
itulah perang utama sampai mati.
Kelola hawa nafsu menuju kebaikan. Kelola
dengan akal yang sehat dan hati yang bersih
e. Komitmen
5 : Masa depan ada di tangan Islam
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar